-->

Tips cantik dan sehat menyajikan berbagai info kecantikan, kesehatan,dan tentang wanita.

Berhenti Pura-Pura Kuat! 5 Tanda Kamu Butuh Istirahat Sejenak

Berhenti Pura-Pura Kuat! 5 Tanda Kamu Butuh Istirahat Sejenak

Tips Cantik & Sehat – Pentingnya Healing untuk Kesehatan Mental

Hidup seringkali terasa baik-baik saja, namun di balik itu, kita mungkin sedang membutuhkan waktu untuk healing. Banyak orang cenderung berpura-pura kuat dan memaksakan diri tanpa menyadari bahwa mereka benar-benar lelah secara mental. Healing bukan hanya sekadar liburan, tetapi juga cara untuk memulihkan kesehatan mental yang sedang terganggu.

Berikut beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kamu perlu meluangkan waktu untuk melakukan self healing:

  • Emosi Sering Meledak-ledak atau Merasa Mati Rasa
    Jika kamu sering merasa emosi mudah meledak atau justru mati rasa, bahkan kesulitan mengendalikannya, sebaiknya istirahat sejenak. Sulit merasakan gembira atau kesulitan mengekspresikan perasaan bisa menjadi tanda bahwa pikiranmu sedang lelah. Dengan melakukan healing, kamu bisa membersihkan pikiran dan membuatnya lebih segar.

  • Sulit Percaya pada Orang Lain
    Jika kamu selalu merasa tidak aman dengan dunia sekitar, sulit membuka diri pada orang lain, atau sering merasa cemas tentang apa yang akan terjadi, ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu sedang lelah secara mental. Coba untuk tidak terlalu sibuk dan luangkan waktu untuk berlibur agar pikiranmu bisa kembali tenang.

  • Hilang Minat pada Hobi
    Menekuni hobi biasanya bisa memberikan motivasi dan kebahagiaan. Namun, jika kamu merasa sangat lelah bahkan saat melakukan hobi, maka ini bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu istirahat. Kegiatan yang dulu menyenangkan kini justru terasa memberatkan.

  • Terus-menerus Berpikiran Negatif
    Jika kamu sering didominasi oleh pikiran negatif, mungkin kamu sedang butuh healing. Terkadang, kamu merasa tidak berharga atau terlalu keras pada diri sendiri. Bahkan, ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membuat stres. Healing bisa membantu kamu mengubah pola pikir tersebut.

  • Sering Merasa Gejala Psikosomatis
    Luka emosional bisa memengaruhi tubuh, seperti masalah tidur, sakit kepala, atau sakit perut. Ini disebut sebagai gejala psikosomatis. Jika kamu sering mengalami hal-hal ini, kemungkinan besar tubuhmu sedang stres. Healing bisa membantu mengurangi tekanan tersebut.

Jika kamu merasakan banyak tanda-tanda di atas, penting untuk memutuskan untuk istirahat sejenak dan fokus pada self healing. Dengan melakukan ini, kamu bisa kembali pulih dan menjalani hidup dengan lebih sehat dan bahagia.

Makanan Terbaik untuk Pemulihan Cepat dan Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat

Makanan Terbaik untuk Pemulihan Cepat dan Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat

Makanan Terbaik untuk Pemulihan Cepat dan Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat

Penyebab dan Gejala Shingles

Shingles atau herpes zoster adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam melepuh disertai nyeri. Virus varicella zoster, yang sama dengan penyebang cacar air, bisa aktif kembali setelah bertahun-tahun sejak infeksi pertama mereda. Gejala awal shingles sering berupa rasa perih, panas, atau kesemutan pada satu sisi tubuh, lalu muncul ruam yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan.

Pengobatan Medis untuk Shingles

Dokter biasanya menangani kondisi ini dengan obat antivirus, pereda nyeri, dan obat peradangan untuk menekan aktivitas virus dan mengurangi ketidaknyamanan. Selain pengobatan medis, banyak ahli gizi menyarankan penyesuaian pola makan sebagai dukungan tambahan selama masa penyembuhan.

Peran Asam Amino dalam Pemulihan

Salah satu perhatian utama adalah asupan asam amino arginin dan lisin yang berperan dalam proses metabolisme tubuh. Arginin adalah asam amino yang mendukung pembentukan protein, dan beberapa virus memanfaatkannya untuk memperbanyak diri di dalam sel. Karena alasan ini, sebagian orang mengurangi makanan tinggi arginin selama mengalami shingles untuk membantu memperlambat aktivitas virus. Sebaliknya, asam amino lisin dikenal membantu menyeimbangkan efek arginin serta mendukung ketahanan tubuh. Lisin kerap dikaitkan dengan kemampuan menghambat replikasi virus dalam keluarga herpes, walau riset pada herpes zoster masih terbatas.

Makanan yang Direkomendasikan

Walau begitu, mengonsumsi makanan dengan rasio lisin lebih tinggi dianggap sebagai strategi nutrisi yang layak dicoba. Produk olahan susu seperti susu, yogurt, dan keju termasuk sumber lisin yang mudah ditemukan dan relatif rendah arginin. Ikan seperti salmon, tuna, cod, haddock, dan herring juga menyediakan lisin yang baik untuk mendukung pemulihan. Daging ayam, kalkun, dan sapi memberi tambahan protein berkualitas yang membantu perbaikan jaringan tubuh. Memilih varian rendah lemak membantu menjaga asupan kalori tetap seimbang selama masa sakit.

Makanan yang Perlu Dibatasi

Sementara itu, beberapa jenis makanan mengandung arginin tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi sementara. Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almonds, walnut, hazelnut, dan pecan termasuk sumber arginin yang cukup besar. Biji bijian seperti wijen dan biji labu juga berkontribusi meningkatkan asupan arginin harian. Mengurangi camilan berbasis kacang selama shingles dapat membantu menurunkan paparan arginin secara keseluruhan.

Buah dan Sayur dalam Pola Makan

Buah dan sayur pada umumnya aman dikonsumsi, meski beberapa buah memiliki rasio lisin dan arginin yang kurang ideal. Jeruk, anggur, grapefruit, dan blueberry dapat dikonsumsi secukupnya tanpa berlebihan. Tetap mengutamakan variasi buah dan sayur membantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

Pentingnya Cairan dan Makanan Ringan

Cairan yang cukup juga penting untuk menjaga kelembapan kulit dan membantu tubuh mengeluarkan racun. Air putih, sup hangat, dan minuman herba ringan dapat menjadi pilihan selama masa pemulihan. Makanan yang lembut dan mudah dicerna akan memudahkan tubuh memusatkan energi pada proses penyembuhan. Menghindari makanan terlalu pedas atau berlemak membantu mencegah iritasi pencernaan.

Faktor Lain dalam Pemulihan

Istirahat yang cukup bersama asupan nutrisi seimbang memberi dampak besar pada ketahanan tubuh. Perubahan pola makan sebaiknya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menyesuaikan menu berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing. Setiap orang memiliki respons tubuh berbeda terhadap perubahan nutrisi.

Tips untuk Menjaga Kesehatan Jangka Panjang

Fokus pada makanan segar dan minim proses memberi dukungan terbaik untuk sistem imun. Dengan kombinasi perawatan medis dan nutrisi tepat, pemulihan shingles dapat berlangsung lebih nyaman. Kebiasaan makan sehat juga membantu mencegah penurunan daya tahan tubuh di masa mendatang. Pola makan yang baik menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan kulit dan saraf.

Manajemen Stres dan Gaya Hidup

Mengelola stres turut berperan menekan risiko kekambuhan virus di kemudian hari. Makan teratur dan tidur cukup mendukung keseimbangan hormon tubuh. Setiap langkah perawatan yang konsisten memberi hasil lebih optimal. Tubuh memiliki kemampuan pulih yang luar biasa saat mendapat dukungan yang tepat. Perhatian lebih pada nutrisi dapat membuat proses penyembuhan terasa lebih ringan.

Kesimpulan

Shingles memang mengganggu, namun perawatan yang terpadu memberi harapan pemulihan lebih cepat. Kesehatan dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang dibuat dengan kesadaran penuh. Menjaga makanan dan gaya hidup sehat membantu tubuh tetap kuat menghadapi infeksi.

Kuliah Umum Kesehatan III ISKA-STIK Sint Carolus

Kuliah Umum Kesehatan III ISKA-STIK Sint Carolus

Kuliah Umum Kesehatan III ISKA-STIK Sint Carolus

Seminar Kesehatan: Membangun Sistem Rujukan yang Efektif dan Inklusif

Pada Jumat sore, 5 Desember 2025, di Gedung Pascasarjana STIK Sint Carolus, Salemba Tengah, Jakarta, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carolus menggelar Serial Kuliah Umum Kesehatan III. Acara ini memiliki tema “Kebijakan, Komunikasi, dan Teknologi dalam Membangun Sistem Rujukan Kesehatan yang Efektif dan Inklusif”. Tujuan dari acara ini adalah untuk menciptakan ruang dialog strategis yang dapat menjawab tantangan sistem rujukan kesehatan yang hingga kini masih menjadi masalah mendasar dalam pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.

Salah satu pembicara utama dalam acara ini adalah Prof Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad (K), yang merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan. Dalam keynote speech-nya, ia menekankan bahwa sistem rujukan adalah “jantung dari layanan kesehatan” yang sangat berpengaruh terhadap kualitas penanganan pasien di seluruh lini pelayanan. Ia juga menegaskan bahwa pusat dari sistem kesehatan bukanlah fasilitas atau tenaga medis, tetapi pasien itu sendiri.

“Ketika kita membangun sistem rujukan, yang harus ditempatkan di tengah adalah manusia—pasien—bukan teknologi atau prosedur,” ujarnya. Menurutnya, teknologi seharusnya digunakan untuk “memanusiakan”, bukan malah menambah kerumitan administrasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa layanan kesehatan tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi.

Selain itu, Terawan juga membahas beberapa tantangan klasik yang masih menghimpit pelaksanaan rujukan di Indonesia. Salah satunya adalah disparitas antarwilayah, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam akses layanan kesehatan. Beban rujukan yang terlalu berat di rumah sakit rujukan besar juga menjadi isu serius. Selain itu, perbedaan standar kompetensi di berbagai daerah juga menjadi kendala dalam pemerataan kualitas layanan.

Masalah lain yang disampaikan oleh Terawan adalah belum terintegrasinya data kesehatan nasional. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sistem di tingkat daerah yang mengacu pada otonomi daerah. Perbedaan ini membuat pengelolaan data kesehatan menjadi sulit, sehingga menghambat upaya pembangunan sistem rujukan yang efektif dan inklusif.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam seminar ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana sistem rujukan kesehatan bisa diperbaiki. Dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan integrasi data yang lebih baik, diharapkan layanan kesehatan di Indonesia akan semakin merata dan berkualitas.

Tantangan Utama dalam Sistem Rujukan Kesehatan

Berikut beberapa tantangan utama dalam sistem rujukan kesehatan di Indonesia:

  • Disparitas antarwilayah
    Ketidakseimbangan akses layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan masih menjadi masalah serius. Daerah-daerah tertentu kurang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan layanan yang tepat.

  • Beban rujukan yang berlebihan
    Rumah sakit rujukan besar seringkali mengalami kelebihan kapasitas. Hal ini menyebabkan pasien tidak mendapatkan perawatan yang optimal dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.

  • Perbedaan standar kompetensi
    Standar kompetensi tenaga medis di berbagai daerah tidak konsisten. Hal ini menyebabkan ketidakpastian dalam kualitas layanan yang diberikan kepada pasien.

  • Tidak terintegrasinya data kesehatan
    Sistem data kesehatan yang tidak terintegrasi menghambat koordinasi antar-fasilitas kesehatan. Perbedaan sistem di tingkat daerah juga memperparah masalah ini.

Solusi untuk Membangun Sistem Rujukan yang Lebih Baik

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, beberapa solusi telah diajukan dalam seminar ini:

  • Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
    Pelatihan dan sertifikasi yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

  • Penguatan infrastruktur kesehatan
    Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur kesehatan di daerah-daerah terpencil agar semua masyarakat dapat mengakses layanan yang layak.

  • Integrasi sistem data kesehatan
    Pemetaan data kesehatan secara nasional dapat membantu mempercepat proses rujukan dan meningkatkan akurasi diagnosis.

  • Pemanfaatan teknologi secara bijak
    Teknologi harus digunakan untuk memudahkan proses rujukan, bukan malah menambah kompleksitas administrasi.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem rujukan kesehatan di Indonesia dapat menjadi lebih efektif dan inklusif, sehingga semua masyarakat dapat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas.

Jangan Diabaikan! 7 Tanda Jantung Mulai Keras yang Menghalangi Dekat kepada Allah

Jangan Diabaikan! 7 Tanda Jantung Mulai Keras yang Menghalangi Dekat kepada Allah

Jangan Diabaikan! 7 Tanda Jantung Mulai Keras yang Menghalangi Dekat kepada Allah

Fenomena Hati yang Terasa Kering di Era Modern

Di tengama kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang mulai merasakan perubahan pada perasaan dan emosi mereka. Salah satu fenomena yang kini sering dibicarakan adalah “hati yang terasa kering” atau qaswah al-qalb. Kondisi ini didefinisikan sebagai keadaan ketika seseorang mulai kehilangan sensitivitas spiritual dan kejernihan batin.

Banyak ulama mengatakan bahwa tanda-tanda hati mulai keras bisa muncul secara perlahan tanpa disadari. Dalam berbagai ceramah dan literatur keislaman, para ulama memaparkan ciri-ciri dan cara mengembalikan kelembutan hati agar kembali dekat dengan Allah.

Ciri-Ciri Hati Mulai Mengeras

  1. Ibadah Terasa Hambar dan Berat
    Menurut penjelasan Ibnul Qayyim, hati yang mengeras biasanya membuat seseorang tidak lagi merasakan ketenangan dalam ibadah. Sholat dilakukan hanya sebagai rutinitas, zikir terasa berat, dan membaca Al-Qur’an tak lagi menyentuh rasa.

  2. Sulit Menerima Nasihat
    Beberapa ulama salaf menyebut bahwa hati yang keras membuat seseorang defensif, menolak teguran, dan merasa dirinya selalu benar. Padahal, nasihat adalah cermin penting untuk memperbaiki diri.

  3. Gampang Melakukan Maksiat Tanpa Rasa Bersalah
    Rasa berdosa yang hilang menjadi salah satu tanda paling jelas. Ketika maksiat dilakukan secara berulang tanpa rasa penyesalan, para ulama menyebut itu sebagai “tertutupnya” nurani dari cahaya hidayah.

  4. Kurang Tersentuh oleh Ayat Al-Qur’an
    Membaca Al-Qur’an seharusnya menggerakkan hati. Namun, bagi mereka yang hatinya mulai mengeras, ayat-ayat Allah terasa biasa saja dan tidak menimbulkan getaran iman.

  5. Semakin Sibuk dengan Dunia, Lalai Akhirat
    Kecenderungan menjadikan dunia sebagai prioritas utama juga menjadi indikator hati yang mulai tidak peka. Urusan akhirat berada di urutan terakhir, bahkan sering dilupakan.

Mengapa Hati Bisa Keras?

Para ulama sepakat bahwa penyebab utamanya adalah dosa yang dibiarkan menumpuk. Selain itu, faktor lain seperti terlalu banyak tertawa, berbicara sia-sia, jarang mengaji, serta minim zikir menjadi pemicu tambahan. Imam Al-Ghazali menyebut dosa yang dilakukan terus-menerus akan “menghitamkan hati” hingga cahaya petunjuk sulit masuk.

Cara Melunakkan Hati Menurut Ulama

Meski hati bisa keras, kabar baiknya kondisi ini bisa diperbaiki. Berikut langkah-langkah yang paling sering diingatkan para ulama:

  1. Perbanyak Taubat dan Istighfar
    Taubat adalah langkah pertama untuk mengikis karat dalam hati. Istighfar rutin dipercaya mampu membuka kembali kelembutan batin.

  2. Membaca Al-Qur’an dengan Tadabbur
    Tak hanya dibaca, Al-Qur’an sebaiknya direnungi maknanya. Para ulama menilai tadabbur adalah salah satu cara paling efektif melembutkan hati.

  3. Mengingat Kematian
    Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya banyak mengingat kematian. Cara ini membuat seseorang lebih rendah hati dan waspada terhadap dosa.

  4. Bersedekah dan Menolong Sesama
    Sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga melembutkan hati dari sifat kikir. Banyak ulama menganjurkan amalan ini untuk mengasah empati.

  5. Menjaga Lingkungan Pergaulan
    Hati mudah terpengaruh lingkungan. Karena itu, para ulama menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh dan menjauhi majelis yang melalaikan.

  6. Memperbanyak Doa
    Doa Rasulullah SAW yang paling sering beliau panjatkan terkait hati adalah:
    “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.”
    Doa ini mengajarkan bahwa hati manusia begitu mudah berubah, dan hanya Allah yang bisa meneguhkannya.

Fenomena yang Relevan di Era Modern

Di era gadget, media sosial, dan kesibukan tanpa jeda, banyak ulama dan dai mengingatkan bahwa kerasnya hati semakin mudah muncul. Notifikasi yang tak berhenti, stres pekerjaan, hingga minimnya waktu merenung membuat hati cepat menumpuk “debu” yang menghalangi ketenangan.

Tak heran, banyak orang akhir-akhir ini mulai mencari ruang untuk kembali menenangkan diri melalui kajian, dzikir rutin, hingga meditasi islami seperti muhasabah dan tadabbur alam.

Kerasnya hati adalah kondisi yang perlu diwaspadai, namun bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Dengan memperbanyak taubat, membaca Al-Qur’an, menjaga lingkungan pergaulan, dan memperkuat hubungan dengan Allah, hati dapat kembali lembut dan hidup. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, menjaga hati tetap peka dan bersih adalah kebutuhan—bukan hanya secara spiritual, tetapi juga untuk ketenangan hidup secara keseluruhan.


Back To Top