-->

Tips cantik dan sehat menyajikan berbagai info kecantikan, kesehatan,dan tentang wanita.

Tidak Hanya Lemak, Otot Juga Berkurang Saat Diet Suntik

Tidak Hanya Lemak, Otot Juga Berkurang Saat Diet Suntik

Penurunan Berat Badan Drastis Akibat Diet Suntik Bisa Menyebabkan Muscle Wasting

Diet suntik memang menjadi pilihan banyak orang yang ingin menurunkan berat badan secara cepat. Namun, tidak sedikit dari mereka yang justru mengalami efek samping yang tidak diinginkan, seperti tubuh terlihat lesu dan tidak segar meski berat badan turun drastis. Dokter Spesialis Gizi Klinik di RSU Bhakti Asih, dr. Igus Ulfa Yaze, Sp.GK, menjelaskan bahwa kondisi ini bisa terjadi jika penurunan berat badan dilakukan tanpa pengawasan medis.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya lemak yang berkurang, tetapi juga massa otot yang ikut hilang. Hal ini dikenal dengan istilah muscle wasting atau kehilangan massa otot. “Kalau penurunan berat badan drastis, itu biasanya yang turun bukan cuma lemak,” ujarnya dalam program Beauty Health di kanal YouTube Tribun Health, Jumat (15/5/2026).

Otot Bisa Ikut Hilang Saat Diet

Otot memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap kuat dan sehat. Oleh karena itu, hilangnya massa otot saat diet menjadi kondisi yang perlu diwaspadai. “Nah ini yang lumayan bahaya nih, kalau misalnya ototnya juga ikutan turun,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa jika seseorang menggunakan obat diet suntik secara mandiri tanpa pengawasan dokter, maka berat badan bisa turun drastis. Namun, setelah dicek komposisi tubuh, ternyata ototnya yang turun, itu berarti mengalami muscle wasting. “Jadi memang berat badan turun, tapi belum tentu sehat,” ujarnya.

Tubuh Kurus Tapi Terlihat Tidak Segar

Dr. Yaze menyebutkan bahwa tanda seseorang mengalami muscle wasting biasanya terlihat dari kondisi tubuh yang tampak tidak segar. “Yang tadinya kita lihat waktu berat badannya berlebih agak segar, begitu turun drastis jadi kelihatan seperti orang sakit,” katanya.

Selain itu, banyak orang terlihat “kempot” setelah diet karena massa otot menyusut drastis. “Ya benar, malah jadi kayak kempot karena musclenya hilang,” lanjutnya.

Tetap Harus Olahraga dan Pola Makan Sehat

Menurut dr. Yaze, penggunaan diet suntik tetap harus dibarengi perubahan gaya hidup sehat, termasuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga. “Walaupun sudah menggunakan obat suntik ini, tetap harus mengubah pola hidup sehat, makan lebih sehat dan lebih teratur,” katanya.

Ia menambahkan olahraga penting dilakukan agar tubuh tidak hanya kurus, tetapi juga tetap kuat dan sehat. “Kalau tidak olahraga tentu tubuh tidak sehat dan otot kita juga tidak terlatih dengan baik,” ujarnya.

Olahraga Dilakukan Bertahap

Dr. Yaze menjelaskan olahraga bagi pasien obesitas perlu dilakukan secara bertahap dan tidak bisa langsung dipaksakan dengan latihan berat. “Kalau dia sudah obesitas dua, agak susah kalau langsung dipaksa angkat beban,” katanya.

Biasanya pasien diminta memulai aktivitas ringan terlebih dahulu seperti berjalan kaki. “Jadi biasanya saya biarkan dia pelan-pelan mengubah gaya hidupnya, pola makannya, lalu mulai olahraga misalnya jalan dulu,” ujarnya.

Setelah berat badan mulai turun, pasien baru diperbolehkan melakukan latihan beban ringan. “Nanti begitu ada penurunan berat badan, boleh mulai angkat beban seperti barbel 1 atau 2 kilogram dulu,” katanya.

Peringatan untuk Masyarakat

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda hasil instan tanpa memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. “Berat badan turun belum tentu sehat kalau tidak dibarengi olahraga ataupun pola makan yang diperbaiki,” pungkasnya.

Labels: Kesehatan

Thanks for reading Tidak Hanya Lemak, Otot Juga Berkurang Saat Diet Suntik. Please share...!

0 Komentar untuk "Tidak Hanya Lemak, Otot Juga Berkurang Saat Diet Suntik"

Berkomentarlah dengan sopan.

//"); } //]]>
Back To Top